Wellcome to My Blog

Semoga bermanfaat bagi anda...

Wellcome to My Blog

Semoga bermanfaat bagi anda...

Wellcome to My Blog

Semoga bermanfaat bagi anda...

Wellcome to My Blog

Semoga bermanfaat bagi anda...

Wellcome to My Blog

Semoga bermanfaat bagi anda...

Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Aplikasi Qur’an Kemenag Resmi Diluncurkan Kementerian Agama RI

      Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag RI secara resmi meluncurkan Aplikasi Al-Quran Digital Kementerian Agama yang diberi nama Qur’an Kemenag. Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersamaan dengan diselenggarakannya Seminar Internasional Al-Quran di Jakarta, Selasa (30/8/2016) dan disaksikan oleh Kabalitabangdiklat Abdurrahman Masud dan Dirjen BImas Islam Machasin.
       Dikatakan Menag, Aplikasi Qur’an Kemenag ini diharapkan dapat memberikan kemudahan umat Islam dalam berinterkasi dengan Al-Quran, baik dalam bentuk bacaan maupun pemahaman.
       “Saya berharap langkah awal peluncuran aplikasi ini dapat terus dikembangkan dari segi teknis dan kontennya, sehingga membantu masyarakat luas untuk membaca dan mempelajari Al-Quran,” ucap Menag.
       Menag mengatakan, upaya memelihara kesahihan Al-Quran tidak hanya dilakukan dalam bentuk teks/ tulisan mushaf, tetapi juga dari segi maknanya. Di era digital yang penuh keterbukaan, ujar Menag, informasi apa pun dengan mudah diterima oleh masyarakat, tak terkecuali pemahaman keagamaan.
       Menurutnya, informasi itu tidak selalu bermuatan positif, tetapi juga bisa berupa propaganda kebencian dan kekerasan yang tersebar melalui media sosial, kenyataan ini sulit dibendung, Oleh karena itu, ujar Menag, pemerintah terus berupaya mengimbangi derasnya arus pemahaman keagamaan yang ekstrem dengan meyediakan berbagai literatur berisi pemahaman dan penafsiran Al-Quran yang moderat, toleran dan menghargai keragaman, melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik.
       “Atas kenyataan dimaksud, dengan penuh rasa bahagia, hari ini, bersamaan dengan seminar internasional Al-Quran dalam rangka memperingati 1.450 tahun turunnya Al-Quran, Kementerian Agama mempersembahkan kepada masyarakat aplikasi Al-Quran digital yang dilengkapi dengan terjemah dan tafsirnya,” ujar Lukman.
       Sementara itu, Pgs. Ketua Lajnah Pentashian Mushaf Al-Quran Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, Muchlis Hanafi menjelaskan, pengguna ponsel smartphone dapat mengunduhnya aplikasi Al-Quran di Google Play Store (smartphone berbasis Android) dan secepatnya nanti juga bisa di AppStore dan Windows Phone Store.
       Dikatakan Muchlis, aplikasi generasi pertama ini menyajikan teks Al-Quran lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan. Selain itu, juga di lengkapi dengan tafsir dalam dua varian: Tahlili (30 juz) ataupun tafsir ringkas.
       Fitur lainya yang tersedia di aplikasi ini, yaitu suara murattal Al-Quran dari Syekh Mahmud Khalil al-Hushary. Dan Tulisan Al-Qur’an yang digunakan dalam aplikasi ini, terang Muchlis, bersumber dari Mushaf Attin yang mengikuti Mushaf Al-Quran Standar Indonesia.
       “Mushaf Al-Quran Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Quran yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Quran yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Qur’an yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama,” jelas Muchlis.
       Ada pun Terjemahan Al-Quran yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al-Quran dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama. Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al-Qur’an dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama.
       Sementara itu, untuk fitur Tafsir Ringkas Al-Quran Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Jakarta. Saat ini, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 – 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30.
       “Aplikasi ini akan terus dikembangkan dan ditambahkan nanti juga ada tafsir tematik, tafsir ilmi dan lain sebagainya. Juga akan ada fitur Asbabun Nuzul yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari buku Asbabun Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama pada tahun 2015,” ucap Muchlis yang berharap demi pengembangan aplikasi ini, saran dan masukan dari masyarakat melalui email lpmajkt@kemenag.go.id.

Tentang Aplikasi Qur’an Kemenag
       Qur’an Kemenag adalah aplikasi Mushaf Al-Qur’an digital yang dibuat oleh Kementerian Agama c.q. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Aplikasi ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan Mushaf Al-Qur’an yang berbentuk digital. Ayat Al-Qur’an dalam aplikasi ini menggunakan Mushaf Standar Indonesia Rasm Usmani. Aplikasi ini tersedia dalam format Android, Web, IOS. Disamping menyajikan teks Al-Qur’an lengkap 30 Juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan, tafsir dalam dua varian: tahlil dan ringkas, dan suara murattal Al-Qur’an Syaikh Mahmud Khalil Al-Hushary.
Aplikasi Qur’an Kemenag ini akan terus dikembangkan seiring kebutuhan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hasil kajiannya yang terus meningkat di era digital ini. Pengembangan meliputi penambahan konten seperti asbabun nuzul, keutamaan Al-Qur’an, tafsir tematik, tafsir ilmi, dan hasil kajian Al-Qur’an lainnya. Bacaan murattal yang juga akan ditambah dengan qari-qari penghafal Al-Qur’an asli Indonesia yang pakar dibidang qiraat dan memiliki suara bagus.
Kami menyadari bahwa upaya ini jauh dari sempurna dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat, untuk itu masukan dan saran untuk pengembangan aplikasi ini sangat diharapkan dan dapat disampaikan melalui email: pengembanganlpmq@gmail.com dan website http://lajnah.kemenag.go.id. Besar harapan kami kepada Allah, semoga menerima usaha yang kecil ini dan sebagai amal jariyah yang diridhai-Nya. Amin.
Aplikasi Quran Kemenag ini selanjutnya dapat didownload di Playstore atau melalui link berikut ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.kemenag.

DOWNLOAD APLIKASI QUR’AN KEMENAG RESMI DARI KEMENTERIAN AGAMA RI DI SINI

Senin, 03 Oktober 2016

Download kajian Umum Oleh Buya Yahya


بسم الله الرحمنِ الرحيم. الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين     
       MP3 pengajian umum ini merupakan rekaman kajian rutin bersama guru kita Buya Yahya Zainul Ma’arif, pengasuh pondok pesantren Al Bahjah (Jl. Pangeran Cakrabuana Blok Gudang Air No. 179 Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kontak Pustaka Al Bahjah: 081312131936). Kajian ini juga disiarkan langsung oleh Radio Islam Ahlussunnah RADIOQU 98.5 FM Cirebon. Semoga MP3 kajian ini dapat bermanfaat bagi kita semua agar mendapatkan ilmu serta hikmah yang banyak terkandung di dalamnya.

Profil Buya Yahya 

     Sebelum ke Yaman Pendidikan dasar hingga SMP diselesaikan dikota kelahirannya. Disamping itu juga mengambil pendidikan agama di Madrasah Diniyah yang dipimpin oleh seorang guru yang soleh KH. Imron Mahbub di Blitar. Setelah itu melanjutkan pendidikannya di pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil Pasuruan Jatim dibawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun, yaitu pada tahun 1988 hingga 1993. Pada tahun 1993 hingga 1996 mengajar dipesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan sebagai masa khidmah Buya Yahya ke pesantren tempat Buya Yahya pernah menimba ilmu.. Pada tahun 1996 berangkat ke Univ. Al-Ahgaff atas perintah sang guru Al-Murobbi Al-Habib Hasan Baharun hingga akhir 2005.
     Buya Yahya selama 9 tahun di Yaman belajar fiqih diantaranya kepada para Mufti Hadramaut Syekh Fadhol Bafadhol, Syekh Muhammad Al Khotib, Syekh Muhammad Baudhon, dan Habib Ali Masyur Bin Hafidz.
     Dari Habib Salim Asysyatiri Buya Yahya sempat mengambil beberapa disiplin ilmu diantaranya fiqih, aqidah, ulummul quran dan mustholah alhadits. Biarpun Buya Yahya tidak tinggal dipesantren (Rubath) Habib Salim Asysyathri Buya Yahya mendapatkan kesempatan yang sangat banyak untuk belajar dari beliau. Sebab dipagi hari Habib Salim mengajar di kampus dan sore hari hingga malam Buya Yahya mendapatkan waktu khusus selama hampir 2 tahun untuk belajar dari beliau 4 kali dalam seminggu mulai ashar hingga isya di Rubath Tarim.
     Hadits dan ilmu haditsnya di ambil dari beberapa guru diantaranya adalah Dr Ismail Kadhim Al Aisawi dan Secara khusus Ilmu ushul fiqihnya diambil dari beberapa pakarnya diantaranya; Syekh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Syekh Muhammad Amin Assyingqiti dan Syekh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti (semuanya adalah dari Syingqiti–Mortania yang mereka adalah para ulama dalam Madhab Maliki) dan DR Mahmud Assulaimani dari Mesir.
     Ilmu bahasa Arabnya di ambil dari Syekh Muhammad Alhafid Assyingqiti, dengan kitab terakhir yang di kaji adalah Thurah Uquduljuman dalam ilmu balaghoh, thurroh lamiyatul afal dalam ilmu shorof dan thurroh Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu yaitu Alfiyah Ibnu Malik dengan tambahannya menjadi 2800 nadhom. Ilmu fiqih perbandinganya diambil diantaranya dari Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan dari Mesir seorang Alim dari madhab maliki.
     Buya Yahya sempat mengajar di Yaman selama 3 tahun di Fakultas Tarbiyah dan Dirosah Islamiah (khusus putri) Universitas Al-Ahgaff. Sekarang Buya Yahya aktif berdakwah di masyarakat dan mengasuh majelis Al-Bahjah dan pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Guru-guru  Buya Yahya.
     Ada dua guru murobbi Buya Yahya yang sangat mempengaruhi didalam perjalanan ilmiyah Buya Yahya. Yang pertama adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pengasuh dan pendiri Pon-pes Darullughoh Waddakwah Bangil-Pasuruan-Jawa Timur. Yang kedua adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun rektor universitas Al Ahgaff Republik Yaman. Buya Yahya mempunyai sanad ilmu dari guru-guru yang sangat jelas. Selain dari murobbi dan mursidnya tersebut guru Buya Yahya amat banyak , diantaranya adalah :
–    A-Dari indonesia.
–    1-Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso
–    2-Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil
–    3-Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
–    4-Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil
–    5-Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang
–    6-Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
–    7-Habib Muhammad Alhaddad, Malang
–    8-Ust Nasihin, Bangil.
–    9- KH Imron Mahbub, Blitar.dll
–    B-Dari Luar Negri.
–    1- Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman
–    2- Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman
–    3- Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman
–    4- Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman
–    5- Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman
–    6- DR. Ismail Kadhim Al-Aisawi, Iraq.
–    7- Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman
–    8- Syeh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Mortania.
–    9- Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
–    10-Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
–    11-DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
–    12- Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir.
–    13-Dll.


Download :
01. Abadikan Amal dengan Ikhlas_Disc_1
02. Abadikan Amal dengan Ikhlas_Disc_2
03. Ahmadiyah_1
04. Ahmadiyah_2
05. Anak_Melanggar_Disc_1
06. Anak_Melanggar_Disc_2
07. Apa dan siapa salaf dan Salafi_1
08. Apa dan siapa salaf dan Salafi_2
09. Bid'ah_1
10. Bid'ah_2
11. Cinta_Dunia_1
12. Cinta_Dunia_2
13. Dakwah kpd Keluarga_1
14. Dakwah kpd Keluarga_2
15. Fiqh Praktis Puasa_1
16. Fiqh Praktis Puasa_2
17. Gapai Harapan & Keindahan Dengan Berdo'a_1
18. Gapai Harapan & Keindahan Dengan Berdo'a_2
19. Hati_Disc_1~1
20. Hati_Disc_2~1
21. Hidup Indah bersama Rasulullah_1
22. Hidup Indah bersama Rasulullah_2
23. Hidup Indah bersama Rasulullah_3
24. Hidup Indah dengan berbakti kpd orang Tua Disc_1
25. Hidup Indah dengan berbakti kpd orang Tua Disc_2
26. Hidupkan_Sunnah_1
27. Hidupkan_Sunnah_2
28. Indahnya Mengingat Kematian
29. Indahnya Menyambung Silaturahmi_1
30. Indahnya Menyambung Silaturahmi_2
31. Isra Mi'raj_1
32. Isra Mi'raj_2
33. Kefakiran yang Tersembunyi Tamak_1
34. Kefakiran yang Tersembunyi Tamak_2
35. Kemuliaan Wanita Dalam Islam (Menyikapi RUU Kesetaraan Gender) 1
36. Kemuliaan Wanita Dalam Islam (Menyikapi RUU Kesetaraan Gender) 2
37. Kisah Imam Husain_Merajut Syahid Karbala Disc_1
38. Kisah Imam Husain_Merajut Syahid Karbala Disc_2
39. Membahas Tuntas Aqidah Syiah_1
40. Membahas Tuntas Aqidah Syiah_2
41. Mempersiapkan Keharmonisan Rumah Tangga Disc_1
42. Mempersiapkan Keharmonisan Rumah Tangga Disc_2
43. Menghilangkan Sifat Dengki_1
44. Menghilangkan Sifat Dengki_2
45. Menghilangkan Sifat Sombong_Disc_1
46. Menghilangkan Sifat Sombong_Disc_2
47. Mudzakarah_Buya Yahya & Prof Salim Bajri_1
48. Nafkah_1
49. Nafkah_2
50. Pendidikan Anak Pubertas_1
51. Pendidikan Anak Pubertas_2
52. Tawasul & Ziarah Kubur Episode_1_1
53. Tawasul & Ziarah Kubur Episode_1_2
54. Tawasul & Ziarah Kubur Episode_2_1
55. Tawasul & Ziarah Kubur Episode_2_2
56. Zakat adalah Amanah

Download kajian Kitab At-Tibyan Oleh Buya Yahya Part 2

بسم الله الرحمنِ الرحيم. الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين     
       MP3 kajian kitab at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an ini merupakan rekaman kajian rutin selama bulan Ramadhan 1433 H kemarin bersama guru kita Buya Yahya Zainul Ma’arif, pengasuh pondok pesantren Al Bahjah (Jl. Pangeran Cakrabuana Blok Gudang Air No. 179 Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kontak Pustaka Al Bahjah: 081312131936). Kajian kitab at-Tibyan ini juga disiarkan langsung oleh Radio Islam Ahlussunnah RADIOQU 98.5 FM Cirebon setiap hari di bulan Ramadhan pukul 16.00 s/d 17.30 WIB.
       Sebelum anda mengikuti kajian kitab at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an ini sebaiknya anda download dulu E-book kitab tersebut yang sudah kami sediakan untuk anda dengan harapan sambil mendengarkan kajiannya juga menyimak langsung kitabnya agar lebih bermanfaat dan lebih mudah untuk dipahami dan diikuti. Kajian yang disajikan kali ini merupakan lanjutan dari kajian kitab At Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an pada 2 tahun sebelumnya (1431 H) sehingga anda akan menemukan kajian ini tidak dibahas dari awal tetapi langsung membahas Bab ke-6 Fii Aadaabil Qiraati (lihat halaman 69 pada ebook yang kami sediakan di bawah ini).
DOWNLOAD EBOOK KITAB AT TIBYAN IMAM NAWAWI DI SINI (PDF) 

Profil Buya Yahya 

     Sebelum ke Yaman Pendidikan dasar hingga SMP diselesaikan dikota kelahirannya. Disamping itu juga mengambil pendidikan agama di Madrasah Diniyah yang dipimpin oleh seorang guru yang soleh KH. Imron Mahbub di Blitar. Setelah itu melanjutkan pendidikannya di pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil Pasuruan Jatim dibawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun, yaitu pada tahun 1988 hingga 1993. Pada tahun 1993 hingga 1996 mengajar dipesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan sebagai masa khidmah Buya Yahya ke pesantren tempat Buya Yahya pernah menimba ilmu.. Pada tahun 1996 berangkat ke Univ. Al-Ahgaff atas perintah sang guru Al-Murobbi Al-Habib Hasan Baharun hingga akhir 2005.
     Buya Yahya selama 9 tahun di Yaman belajar fiqih diantaranya kepada para Mufti Hadramaut Syekh Fadhol Bafadhol, Syekh Muhammad Al Khotib, Syekh Muhammad Baudhon, dan Habib Ali Masyur Bin Hafidz.
     Dari Habib Salim Asysyatiri Buya Yahya sempat mengambil beberapa disiplin ilmu diantaranya fiqih, aqidah, ulummul quran dan mustholah alhadits. Biarpun Buya Yahya tidak tinggal dipesantren (Rubath) Habib Salim Asysyathri Buya Yahya mendapatkan kesempatan yang sangat banyak untuk belajar dari beliau. Sebab dipagi hari Habib Salim mengajar di kampus dan sore hari hingga malam Buya Yahya mendapatkan waktu khusus selama hampir 2 tahun untuk belajar dari beliau 4 kali dalam seminggu mulai ashar hingga isya di Rubath Tarim.
     Hadits dan ilmu haditsnya di ambil dari beberapa guru diantaranya adalah Dr Ismail Kadhim Al Aisawi dan Secara khusus Ilmu ushul fiqihnya diambil dari beberapa pakarnya diantaranya; Syekh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Syekh Muhammad Amin Assyingqiti dan Syekh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti (semuanya adalah dari Syingqiti–Mortania yang mereka adalah para ulama dalam Madhab Maliki) dan DR Mahmud Assulaimani dari Mesir.
     Ilmu bahasa Arabnya di ambil dari Syekh Muhammad Alhafid Assyingqiti, dengan kitab terakhir yang di kaji adalah Thurah Uquduljuman dalam ilmu balaghoh, thurroh lamiyatul afal dalam ilmu shorof dan thurroh Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu yaitu Alfiyah Ibnu Malik dengan tambahannya menjadi 2800 nadhom. Ilmu fiqih perbandinganya diambil diantaranya dari Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan dari Mesir seorang Alim dari madhab maliki.
     Buya Yahya sempat mengajar di Yaman selama 3 tahun di Fakultas Tarbiyah dan Dirosah Islamiah (khusus putri) Universitas Al-Ahgaff. Sekarang Buya Yahya aktif berdakwah di masyarakat dan mengasuh majelis Al-Bahjah dan pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Guru-guru  Buya Yahya.
     Ada dua guru murobbi Buya Yahya yang sangat mempengaruhi didalam perjalanan ilmiyah Buya Yahya. Yang pertama adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pengasuh dan pendiri Pon-pes Darullughoh Waddakwah Bangil-Pasuruan-Jawa Timur. Yang kedua adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun rektor universitas Al Ahgaff Republik Yaman. Buya Yahya mempunyai sanad ilmu dari guru-guru yang sangat jelas. Selain dari murobbi dan mursidnya tersebut guru Buya Yahya amat banyak , diantaranya adalah :
–    A-Dari indonesia.
–    1-Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso
–    2-Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil
–    3-Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
–    4-Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil
–    5-Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang
–    6-Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
–    7-Habib Muhammad Alhaddad, Malang
–    8-Ust Nasihin, Bangil.
–    9- KH Imron Mahbub, Blitar.dll
–    B-Dari Luar Negri.
–    1- Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman
–    2- Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman
–    3- Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman
–    4- Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman
–    5- Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman
–    6- DR. Ismail Kadhim Al-Aisawi, Iraq.
–    7- Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman
–    8- Syeh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Mortania.
–    9- Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
–    10-Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
–    11-DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
–    12- Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir.
–    13-Dll.

Download :
1. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari1
2.
At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari2
3. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari3
4. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari4
5. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari5
6. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari6
7. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari7
8. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari8
9. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari9
10. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari10
11. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari11
12. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari12
13. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari13
14.
At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari14
15. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari15
16. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari16
17. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari17
18. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari18
19. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari19
20. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari20
21. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari21
22. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari22
23. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari23
24. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari24
25. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari25
26. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari26
27. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi-Ramadhan 1433 Hari27

INFO UPDATE KAJIAN AHLUSSUNNAH LAINNYA, KUNJUNGI SITUS NGAJI YUK! DAN FANS PAGE NGAJI YUK!

Download Kajian Kitab At-Tibyan Oleh Buya Yahya Part 1

بسم الله الرحمنِ الرحيم. الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين     
       MP3 kajian kitab at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an ini merupakan rekaman kajian rutin bersama guru kita Buya Yahya Zainul Ma’arif, pengasuh pondok pesantren Al Bahjah (Jl. Pangeran Cakrabuana Blok Gudang Air No. 179 Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kontak Pustaka Al Bahjah: 081312131936). Sebelum anda mengikuti kajian kitab at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an ini sebaiknya anda download dulu E-book kitab tersebut yang sudah kami sediakan untuk anda dengan harapan sambil mendengarkan kajiannya juga menyimak langsung kitabnya agar lebih bermanfaat dan lebih mudah untuk dipahami dan diikuti. 

DOWNLOAD EBOOK KITAB AT TIBYAN IMAM NAWAWI DI SINI (PDF)

Profil Buya Yahya 

     Sebelum ke Yaman Pendidikan dasar hingga SMP diselesaikan dikota kelahirannya. Disamping itu juga mengambil pendidikan agama di Madrasah Diniyah yang dipimpin oleh seorang guru yang soleh KH. Imron Mahbub di Blitar. Setelah itu melanjutkan pendidikannya di pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil Pasuruan Jatim dibawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun, yaitu pada tahun 1988 hingga 1993. Pada tahun 1993 hingga 1996 mengajar dipesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan sebagai masa khidmah Buya Yahya ke pesantren tempat Buya Yahya pernah menimba ilmu.. Pada tahun 1996 berangkat ke Univ. Al-Ahgaff atas perintah sang guru Al-Murobbi Al-Habib Hasan Baharun hingga akhir 2005.
     Buya Yahya selama 9 tahun di Yaman belajar fiqih diantaranya kepada para Mufti Hadramaut Syekh Fadhol Bafadhol, Syekh Muhammad Al Khotib, Syekh Muhammad Baudhon, dan Habib Ali Masyur Bin Hafidz.
     Dari Habib Salim Asysyatiri Buya Yahya sempat mengambil beberapa disiplin ilmu diantaranya fiqih, aqidah, ulummul quran dan mustholah alhadits. Biarpun Buya Yahya tidak tinggal dipesantren (Rubath) Habib Salim Asysyathri Buya Yahya mendapatkan kesempatan yang sangat banyak untuk belajar dari beliau. Sebab dipagi hari Habib Salim mengajar di kampus dan sore hari hingga malam Buya Yahya mendapatkan waktu khusus selama hampir 2 tahun untuk belajar dari beliau 4 kali dalam seminggu mulai ashar hingga isya di Rubath Tarim.
     Hadits dan ilmu haditsnya di ambil dari beberapa guru diantaranya adalah Dr Ismail Kadhim Al Aisawi dan Secara khusus Ilmu ushul fiqihnya diambil dari beberapa pakarnya diantaranya; Syekh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Syekh Muhammad Amin Assyingqiti dan Syekh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti (semuanya adalah dari Syingqiti–Mortania yang mereka adalah para ulama dalam Madhab Maliki) dan DR Mahmud Assulaimani dari Mesir.
     Ilmu bahasa Arabnya di ambil dari Syekh Muhammad Alhafid Assyingqiti, dengan kitab terakhir yang di kaji adalah Thurah Uquduljuman dalam ilmu balaghoh, thurroh lamiyatul afal dalam ilmu shorof dan thurroh Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu yaitu Alfiyah Ibnu Malik dengan tambahannya menjadi 2800 nadhom. Ilmu fiqih perbandinganya diambil diantaranya dari Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan dari Mesir seorang Alim dari madhab maliki.
     Buya Yahya sempat mengajar di Yaman selama 3 tahun di Fakultas Tarbiyah dan Dirosah Islamiah (khusus putri) Universitas Al-Ahgaff. Sekarang Buya Yahya aktif berdakwah di masyarakat dan mengasuh majelis Al-Bahjah dan pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Guru-guru  Buya Yahya.
     Ada dua guru murobbi Buya Yahya yang sangat mempengaruhi didalam perjalanan ilmiyah Buya Yahya. Yang pertama adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pengasuh dan pendiri Pon-pes Darullughoh Waddakwah Bangil-Pasuruan-Jawa Timur. Yang kedua adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun rektor universitas Al Ahgaff Republik Yaman. Buya Yahya mempunyai sanad ilmu dari guru-guru yang sangat jelas. Selain dari murobbi dan mursidnya tersebut guru Buya Yahya amat banyak , diantaranya adalah :
–    A-Dari indonesia.
–    1-Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso
–    2-Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil
–    3-Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
–    4-Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil
–    5-Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang
–    6-Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
–    7-Habib Muhammad Alhaddad, Malang
–    8-Ust Nasihin, Bangil.
–    9- KH Imron Mahbub, Blitar.dll
–    B-Dari Luar Negri.
–    1- Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman
–    2- Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman
–    3- Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman
–    4- Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman
–    5- Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman
–    6- DR. Ismail Kadhim Al-Aisawi, Iraq.
–    7- Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman
–    8- Syeh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Mortania.
–    9- Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
–    10-Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
–    11-DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
–    12- Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir.
–    13-Dll.
Download :
1.
At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 15 Agustus 2010
2. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 16 Agustus 2010
3. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 17 Agustus 2010
4. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 19 Agustus 2010
5. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 20 Agustus 2010
6. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 22 Agustus 2010
7. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 24 Agustus 2010
8. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 25 Agustus 2010
9. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 27 Agustus 2010
10. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 28 Agustus 2010
11. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 10 Juli 2013
12. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 11 Juli 2013
13. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 12 Juli 2013
14. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 13 Juli 2013
15. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 14 Juli 2013
16. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 15 Juli 2013
17. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 16 Juli 2013
18. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 17 Juli 2013
19. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 18 Juli 2013
20. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 19 Juli 2013
21. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 20 Juli 2013
22. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 21 Juli 2013
23. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 22 Juli 2013
24. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 23 Juli 2013
25. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’An Imam An-Nawawi- 24 Juli 2013

Senin, 12 September 2016

DOWNLOAD E-BOOK KUMPULAN SERI RISALAH DINIYYAH

        Berikut ini kami hadirkan beberapa kumpulan seri dari Risalah Diniyyah, yang semua materi yang ada pada risalah ini bersumber dari Ponpes Nurul Huda Salafiyah Syafi’iyyah Mergosono malang. File E-Book ini adalah hasil kompilasi yang dilakukan oleh kawan – kawan dari Ashhabur Ro’yi Press. Dengan adanya E-Books ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua.

DOWNLOAD E-BOOK TAHLILAN DALAM PERSPEKTIF MADZAB IMAM ASY-SYAFI’I

       Masyarakat muslim Indonesia adalah mayoritas penganut madzhab Imam Syafi’i atau biasa disebut sebagai Syafi’iyah (penganut Madzhab Syafi’i). Namun, sebagain lainnya ada yang tidak bermadzhab Syafi’i. Di Indonesia, Tahlilan banyak dilakukan oleh penganut Syafi’iyah walaupun yang lainnya pun ada juga yang melakukannya. Tentunya tahlilan bukan sekedar kegiatan yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam, bahkan kalau ditelusuri dan dikaji secara lebih mendalam secara satu persatu amalan-amalan yang ada dalam tahlilan maka tidak ada yang bertentangan dengan hukum Islam, sebaliknya semuanya merupakan amalah sunnah yang diamalkan secara bersama-sama. Oleh karena itu, ulama seperti walisongo dalam menyebarkan Islam sangatlah bijaksana dan lihai sehingga Islam hadir di Indonesia dengan tanpa anarkis dan frontal, salah satu buahnya sekaligus kelihaian dari para ulama walisongo adalah diperkenalkannya kegiatan tahlilan dengan sangat bijaksana.

DOWNLOAD E-BOOK TERJEMAH DAF’U SYUBAH AL-TASYBIH BI-AKAFFI AL-TANZIH

      Secara garis besar E-Book ini berisi tentang pemahaman dan bantahan terhadap aqidah tasybih yang diterjemahkan dari kitab klasik ‘Daf’u Syubah Al-Tasybih Bi-Akaffi Al-Tanzih karya Ulama Besar Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah yaitu Ibn Al Jawzi. Beliau adalah Ulama Aswaja yang lahir pada tahun 510 H dan wafat pada 9 Ramadhan 597 H. Nama lengkap Beliau adalah Jamaluddin Abu al Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali al Qurasyi al Baghdadi, dikenal dengan sebutan Ibn al Jawzi, al imam al hafizh al mufassir al ushuliyy al mutakallim.
       Karya – karya Beliau yang lain diantaranya adalah Jamaluddin Abu al Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali al Qurasyi al Baghdadi, dikenal dengan sebutan Ibn al Jawzi; al imam al hafizh al mufassir al ushuliyy al mutakallim.


Sumber : allahadatanpatempat.wordpress.com

DOWNLOAD E-BOOK TAFSIR JALALAIN ( FINAL VERSION )

 

       Kitab ini merupakan kitab yang membawa berkah dan manfaat, walaupun ukurannya yang kecil, namun di dalamnya terkandung ilmu yang terdapat pada kitab-kitab yang berukuran besar. Para ulama zaman dahulu sampai sekarang menerimanya dan mengambil manfaat darinya. Bahkan tidak ada suatu majelisnya seorang ulama, melainkan kitab Bulughul Marom dijadikan sebagai pelajaran pokoknya. Para penuntut ilmupun menghafalkannya dan mengambil manfaat darinya.

Rabu, 07 September 2016

DOWNLOAD E-BOOK KUMPULAN BAHTSUL MASAA’IL NAHDLOTUL ‘ULAMA

       Dengan semakin bertambahnya kemajuan teknologi di zaman modern, maka muncul pula berbagai persoalan – persoalan baru dalam kehidupan sehari – hari sehingga banyak menimbulkan tanda tanya dikalangan umat Islam, khususnya kalangan yang masih awam akan ilmu agama dalam mengambil hukum atas persoalan – persoalan tersebut. Maka dari itu, Nahdlotul ‘Ulama sebagai jam’iyyah umat Islam di Indonesia sejak awal berdirinya selalu cermat menanggapi pelbagai persolan tersebut guna mencari jawabannya. Dan sebagai jalannya adalah dengan mengadakan Bahtsul Masaa’il dengan berpegang pada kaidah – kaidah, kitap – kitap serta fatwa para ‘ulama salaf. Sebagai hasilnya maka hadirlah E-Book kompilasi dari pelbagai hasil keputusan hasil Bahtsul Masaa’il dan semoga hal tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua. 

DOWNLOAD E-BOOK RISALAH FIQH WANITA


       E-Book ini berisi kumpulan permasalahan yang sering terjadi pada diri para wanita, yang secara ringkas disusun ke dalam 7 Bab terdiri diantaranya mengenai hukum – hukum seputar haidh, nifas, istihadloh, serta bab – bab lainnya. Didalamnya disertakan pula pelbagai referensi dari kitab – kitab muktabar, dan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. 

Download E-Book : Risalah Fiqh Wanita ( Chm )
 
Sumber : Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB

Sabtu, 30 Juli 2016

DOWNLOAD E-BOOK MEMBONGKAR KEDOK SALAFY WAHABY




         Di kalangan umat Islam akhir zaman seperti sekarang ini banyak bermunculan berbagai faham keagamaan yang tidak jarang saling berseberangan antara satu sama lain dan bahkan terjadi pula pertentangan diintern para penganut faham tersebut. Sehingga tidak ada salahnya kita untuk mengetahui tentang faham – faham tersebut agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan fatwa – fatwa yang mereka hadirkan. Dan salah satunya adalah faham salafy wahaby dengan Arab Saudi sebagai penyokong tersebesar dalam upaya penyerannya ke seluruh dunia. Maka hadirlah E-Book kompilasi ini sebagai wacana pengetahuan untuk memahami apa dan siapa sebenarnya salafy wahaby tersebut dan juga sebagai sarana bagi kaum muslimin di Indonesia khususnya nahdliyin agar dapat memperkokoh aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah An Nahdliyah. Selamat membaca dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Download E-Book :

Sumber : Abusalafy.wordpress.com
              Salafyindonesia.wordpress.com

Minggu, 24 Juli 2016

DOWNLOAD E-BOOK ISLAM DENGAN SUNNAH DAN BID’AH HASANAH


       Telah ramai pada akhir zaman ini dengan berbagai adu argumentasi tentang ada atau tidaknya Bid’ah hasanah serta jikalau ada maka baik atau tidaknya hal tersebut dilaksanakan kaum muslimin. Namun semua hal yang diperdebatkan tersebut hanyalah merupakan bagian furu’ ( cabang ) dari hasil – hasil ijtihad dari para ‘ulama, yang tidak seharusnya menimbulkan perpecahan di tubuh kaum muslimin. Dan juga sebaiknya dalam menyikapinya adalah dengan sikap saling menghormati, dengan tidak ‘mengklaim’ kebenaran hanya ada pada satu pihak. Maka dari itu hadirlah E-Book ini dalam menjawab beberapa pertanyaan seputar dalil pijakan dalil dalam menghidupkan Islam dengan Sunnah dan Bid’ah Hasanah, sehingga kita tidak antipati kepada sesama saudara Muslim. 

Download E-Book ( Chm )




Sumber : Pustaka E-Book Sunni Salafiyah - KTB

Jumat, 04 Maret 2016

Download E-Book Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi


Kata Pengantar

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

الحمد لله وكفى، والصلاة والسلام على سيدنا المصطفى أما بعد:
     Wahabi atau wahhabiyyah adalah sebuah sebutan untuk para pendukung paham Muhammad bin Abdul Wahhab. Walaupun mereka menolak penisbatan wahabi/wahabiyyah ini atas gerakan kelompok mereka, namun para tokoh dan ulama mereka sendiri mengakui dan membanggakan penyebutan wahhabi /wahabiyyah terhadap kelompok pembela paham Muhammad bin Abdul Wahhab ini sebagaimana akan penulis terangkan dalam buku ini.
     Sekte Wahhabi ini sejak awal kemunculannya hingga saat ini selalu terjadi bentrok dengan mayoritas kaum muslimin lainnya, disebabkan paham-paham yang mereka bawa banyak berseberangan dengan paham mayoritas kaum muslimin yang sejak dulu berpaham Ahlus sunnah wal-Jama’ah. Sekte wahhabi ini selalu berteriak lantang mengajak kaum muslimin untuk kembali pada tauhid yang murni versi mereka dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan dan kekafiran, karena menurut mereka sejak masa Muhammad bin Abdul Wahhab bahkan sebelum kelahirannya hingga saat ini, pada umumnya kaum muslimin telah banyak melakukan perbuatan jahiliyyah, syirik dan kufr yang menyebabkan keluar dari Islam seperti melakukan praktek tawassul dengan nabi atau orang shaleh yang telah wafat. Dan tidak sedikit perkara furu’ ijtihadiy (masalah cabang yang yang masih diperselisihkan ulama) mereka jadikan perkara ushul (pokok) yang jika bertentangan dinilainya bid’ah, musyrik atau kafir sehingga sering kali lisan mereka, kitab-kitab, buku-buku, situs, majalah, bulletin, radio, televisi dan media lainnya tidak sepi dari vonis-vonis syirik, kafir atau bid’ah bagi yang bersebrangan dengan akidah dan qaidah mereka.
     Bahkan banyak sekali perkara furu’ yang terjadi saling vonis bid’ah sesama kelompok mereka sendiri, misalnya Ibnu Utsaimin menilai perkara meletakkan kedua tangan di dada setelah ruku’ adalah sunnah,[1] namun Albani menilainya itu bid’ah dhalalah.[2] Ketika kita sodorkan fakta ini pada mereka, maka mereka mungkin akan menjawab “ Ulama kami berijtihad, jika benar maka mendapat dua pahala dan jika salah, maka mendapat satu pahala “, lantas apa bedanya dengan para ulama besar yang berbeda pendapat dalam masalah semisal maulid, talqin, membaca Quran di kuburan dan lainnya?? Ya, mungkin prinsip mereka adalah jika ulama mereka saling berselisih, maka mereka menilainya itu ijtihad bukan bid’ah tetapi jika ulama di luar kelompok mereka berselisih, maka mereka menilainya bid’ah atau sesat. Misal lainnya : Ibnu Baaz[3] dan Ibnu Utsaimin[4] mengatakan bahwa menggunakan tasbih ketika berdzikir bukanlah bid’ah, sedangkan Albani[5], Ibnu al-Fauzan[6] dan Bakar Abu Zaid mengatakannya bid’ah dhalalah bahkan hal itu menyerupai dengan orang-orang kafir. Fa subhanallah Muqassimil ‘uquul..
       Slogan yang mereka dengungkan di tengah-tengah kaum muslimin memang terdengar bagus dan indah di telinga seperti “ Kembali kepada al-Quran dan Sunnah “, “ Tidak ada tempat meminta kecuali hanya kepada Allah “, “ Tidak ada pertolongan kecuali dari Allah “, sehingga tidak sedikit kaum muslimin yang terpengaruh oleh paham mereka. Namun slogan-slogan yang mereka dengungkan realitanya tidaklah sesuai dengan ajaran Ahlus sunnah waljama’ah meskipun mereka mengakui sebagai Ahlus sunnah waljama’ah satu-satunya, slogan-slogan itu tidaklah jauh berbeda dengan apa yang telah disindir oleh sayyidina Ali Radhiallahu ‘anhu “ Kalimaatu haqqin uriida bihaal baathil “, “ Kalimat haq tapi yang dimaksud adalah kebatilan.
Dakwah mereka bukan membawa kedamaian dan persatuan umat Islam justru malah membawa perpecahan dan permusuhan di antara kaum muslimin sendiri, sehingga terjadi konflik tajam yang berkepanjangan seakan tak akan pernah ada habisnya. Inilah fitnah terbesar dalam agama yang jauh-jauh hari telah dinformasikan oleh Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam :

 عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِسْتَقْبَلَ مَطْلَعَ الشَّمْسِ فَقَالَ مِنْ هَا هُنَا يَطْلَعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ وَهَا هُنَا اْلفِتَنُ وَالزَّلاَزِلُ وَاْلفَدَّادُوْنَ وَغِلَظُ اْلقُلُوْب

Dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke arah matahari terbit seraya bersabda “Dari sini muncul tanduk setan, dari sini muncul fitnah dan kegoncangan dan orang-orang yang bersuara keras dan berhati kasar “. [HR. Thabrani, Mu’jam Al Awsath 8/74 no 8003]
Dalam hadits lainnya Nabi bersabda :

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sebaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari : 3342)

      Dalam buku ini penulis menguraikan sejarah awal kemunculan sekte takfir (mudah memvonis kafir), tasyriik (mudah memvonis syirik) dan tabdii’ (mudah memvonis bid’ah) ini agar kaum muslimin lebih mengetahui doktrin-doktrin menyimpang yang dibangun oleh mereka sehingga harapannya nanti tidak mudah dipengaruhi oleh manisnya rayuan dakwah mereka di balik topeng yang mengatasnamakan tauhid dan shalaf shaleh. Dalam buku ini penulis juga menguak secara ringkas sejarah kaum Khawarij yang telah diinformasikan oleh Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak haditsnya sejak masa Nabi, imam Ali dan generasi-generasi Khawarij selanjutnya yang mewarisi doktrin takfirnya salah satunya sekte Wahhabi ini yang sekarang bermetamorfosis menjadi salafi atau salafiyyah yang mengklaim kelompok merekalah pengikut manhaj salaf shaleh satu-satunya.
     Refrensi sejarah dan ajaran sekte ini, penulis nukil dari kitab-kitab karya ulama mereka (wahabi) sendiri baik yang sezaman dengan pendiri mereka atau bahkan karya-karya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri maupun para ulama setelahnya agar penjabarannya menjadi terang, adil dan jelas. Baik kitab-kitab sejarahnya, ideology, fiqih maupun kumpulan fatwa-fatwa ulama mereka. Dan sebagian juga kami ambil dari karya tulis para ulama mu’tabar di luar sekte ini sebagai penyeimbang informasi.
Buku ini penulis bagi menjadi enam bab sebagai berikut :

Bab I menguraikan sejarah ringkas Muhammad bin Abdul Wahhab yang penulis sertakan scan redaksi dari kitab-kitab sejarah ulama Wahhabi sendiri dan sedikit dari kitab sejarah ulama Ahlus sunnah selain mereka sebagai penyeimbang informasi. Pada bab ini, penulis angkat penuturan sejarawan Wahhabi dalam kitab-kitab sejarah mereka yang berbicara secara tulus dan bangga berkenaan kerancuan paham, keberingasan dan kekejaman Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya yang dianggap sebagai paham Islam yang murni, dan dianggap telah sesuai dengan al-Quran dan manhaj Nubuwwah. Dan setiap selesai penukilan, penulis tuangkan komentar penulis sebagai penjelas dan klarifikasi pada persoalan yang terjadi sebenarnya, agar memberikan pemahaman yang jelas dan sesuai realitanya pada pembaca.

Bab II menguraikan tentang fitnah tanduk syaitan yang telah diinformasikan oleh Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits sahihnya. Dalam bab ini, penulis berusaha menjelaskan secara detail posisi letak munculnya fitnah dan kegoncangan dahysat tersebut secara ilmiyyah, sesuai kaidah ilmu hadits dan ushul fiqih, di mana hal ini juga menjadi konflik dan dilema di dalam memahami makna dan menetapkan posisinya, penulis sertakan pula komentar para ulama mu’tabar dari berbagai ahli disiplin ilmu, baik ahli tafsir, hadits, fiqih, nahwu, buldan dan ilmu geografi.
Penulis juga memaparkan hadits-hadits sahih yang menerangkan  sifat dan ciri-ciri para pembawa fitnah tanduk syaitan tersebut disertai komentar para ulama Ahlu sunnah yang mu’tabar yang juga terkait dengan munculnya kaum Khawarij dan Wahhabi ini. Dalam bab ini penulis juga menyebutkan beberapa fitnah yang terjadi di Najd sesuai histori yang ada dalam kesaksian kitab-kitab ulama sejarah.

Bab III menguraikan sebagian penyimpangan kaum wahabi yang menyebabkan terjadinya konflik dengan kaum muslimin lainnya dan bantahan atasnya secara ilmiyyah dan aergumentativ.

Bab IV menguraikan konsep tauhid wahhabi yang menjadi dasar konflik dengan mayoritas kaum muslimin. Pembagian tauhid yang mereka ada-adakan menjadi problem yang merenggangkan keharmonisan di tengah-tengah umat Islam. Sehingga muncullah pemahaman takfir, tasyrik, tabdi’ dan tadhlil kepada mayoritas umat Islam dan bahkan kepada para ulama besar Ahlus sunnah wal-Jama’ah.  Bantahan atas pembagian tauhid yang bathil ini, juga penulis paparkan secara detail dan aergumentativ.

Bab V menguraikan konsep aqidah tajsim kaum Wahhabi khususnya dari para ulama mereka belakangan ini yang semakin menyimpang jauh dari sebelumnya. Konsep akidah yang mensifati Allah dengan sifat-sifat makhluk hingga pada taraf menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, Naudzu bilahi min dzaalik… Penulis sertakan pula ucapan-ucapan para ulama besar dari kalangan salaf dan khalaf tentang akidah yang dibawa oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Bab VI menguraikan kegoncangan dan kontradiksi yang terjadi di kalangan Wahhabi sendiri dalam masalah akidah yang membuktikan bahwa akidah mereka bathil dan bukan berasal dari akidah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam yang diikuti oleh para sahabat dan mayoritas ulama Ahlus sunnah wal-Jama’ah.
Semoga buku ini menjadi bagian dari benteng akidah Ahlus sunnah wal-Jama’ah dan menjadi obat penawar dari virus-virus wahabisme yang sudah menjangkiti sebagian saudara-saudara kita.

     Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru besar penulis al-Fadhil, al-‘Alim, al-Karim ibnu al-karim al-Habib al-Ustadz Taufiq bin Abdul Qadir as-Seggaf yang telah membimbing dan mendidik penulis di pesantrennya sehingga penulis banyak mendapatkan ilmu agama yang bermanfaat sesuai ajaran Ahlus sunnah wal-Jama’ah dan para salaf shaleh. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada al-Ustadz Muhammad Ma’ruf ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Surabaya yang telah mendukung penulis di dalam merealisasikan karya tulis ini dan juga kepada pihak penerbit Khalista yang telah bersedia menerbitkan buku ini, semoga Allah subhanahu wa Ta’aala membalas semuanya dengan sebaik-baik balasan. Kritik dan saran yang membangun, penulis harapkan dari pembaca sekalian demi kebaikan dan perbaikan buku ini dalam edisi-edisi berikutnya.
وَمَا تَوْفِيْقِي اِلاَّ بِاللهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ


Pasuruan, 10 Maret 2013
Achmad Imron R
(FB : Ibnu Abdillah Al-Katibiy)
[1] Lihat kitab Majmu’ Fatawa wa Rasaail Syaikh Ibnu Utsaimin jilid 13 bab shifatir ruku’
[2] Lihat kitab Shifah shalatin Nabi, Albani : 120
[3] Khalid bin Abdurrahman al-Jarisyi Ulama al-Balad al-Haram : 989
[4] Khalid bin Abdurrahman al-Jarisyi Ulama al-Balad al-Haram : 990
[5] Qamus al-Bida’ : 695
[6] Lihat al-Bida’ wa al-muhdatsat : 435


Download Free E-Books : Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi
 
Sumber : Kios Santri

Sabtu, 17 Oktober 2015

Yang Pertama Memperingati Maulid nabi

       Banyak  kalangan  menuliskan  artikel‐artikel  di  internet  dan  buku‐buku  yang mengatakan bahwa yang pertama merayakan Maulid Nabi adalah orang “ini” dan orang  “itu”  serta  pada  “zaman  ini”  dan  “zaman  itu”.  Namun,  ujung‐ujungnya hanya dimanfaatkan sebagian kecil kalangan yang memang tidak senang dengan perayaan maulid Nabi (para pengingkar Maulid) untuk menolak perayaan Maulid Nabi Asy‐Syarif bahkan mengharamkannya. Sebagaimana dikatakan oleh Assayyid Muhammad bin Alawi Al‐Maliki Al‐Hasani, “Hendaknya kita tidak perlu memperdulikan perkataan orang‐orang mengatakan,  “sesungguhnya perayaan Maulid Nabi diperingati pertama kali oleh orang‐orang pemerintahan dinasti Fathimiyyah (penguasa Mesir terdahulu)”. Sebab perkataan seperti  ini  muncul  entah  ketidak  tahuan  mereka  atau  pura‐pura  buta  akan kebenaran”.

      Ketahuilah, bahwa sebenarnya yang pertama kali merayakan atau memperingati Maulid  adalah  shahibul  Maulid  sendiri  yaitu  Baginda  Nabi  Muhammad Shallahu’alayhi  wa  sallam,  manusia  pilihan  yang  kita  juga  peringati  hari kelahirannya. Hal ini sebagaimana yang terdapat nas‐nas (Hadits Shahih), salah satunya yang diriwayatkan oleh A‐Imam Muslim didalam kitab Shahih beliau :
 
ينثدحو   ريھز   نب   برح   انثدح   نمحرلادبع   نب   يدھم   انثدح   يدھم   نب   نوميم   نع   نلايغ   نع   ﷲدبع  نب   دبعم   ينامزلا   نع   يبأ   ةداتق   يراصنلأا   يضر   ﷲ   هنع   نأ   لوسر   ﷲ   ىلص   ﷲ   هيلع   و   ملس   لئس  يلع لزنأ هيفو تدلو هيف لاقف ؟ نينثلاا موص نع

“Sesungguhnya ketika Rasulullah  ( ىلص   ﷲ   هيلع   و   ملس ) ditanya tentang puasa hari  Senin  ?  Maka  beliau  menjawab  :  “padanya  adalah  (hari)  aku dilahirkan dan didalamnya diturunkan (al‐Qur’an) kepadaku” (HR. Imam Muslim no. 1162)
Inilah nas yang shahih dan paling jelas tentang peringatan Maulid Nabi. Inilah bentuk pengagungan Rasulullah dan rasa syukur kepada Allah pada hari itu atas nikmat‐Nya yang agung kepada beliau. Beliau mengungkapkan pengagungan itu dengan cara berpuasa. Ini semakna dengan perayaan Maulid Nabi dalam bentuk‐bentuk  yang  lain  (selain  puasa).  Sebab  masalah  teknis  (tatacara)  dan  bentuk peringatan  tersebut  adalah  perkara  Ijtihadiyah  dan  apa  yang  dikerjakan didalamnya hendaknya dikembalikan asal dari status hokum pekerjaan tersebut. Dan  merayakan  maulid  bisa  berupa  berdzikir,  bershalawat,  bersyair  dan mendengarkan  sifat  dan  kisah  tentang  beliau.  Sebagaimana  yang  katakan (disarankan)  oleh  Syeikhul  Islam  Al‐Hujjah  Al‐Imam  Al‐Hafidz  Abu  Al‐Fadhl Ahmad Ibnu Hajar :

امأو   ام   لمعي   هيف   يغبنيف   نأ   رصتقي   هيف   ىلع   ام   مھفي   ركشلا   Ϳ   ىلاعت   نم   وحن   ام   مدقت   هركذ   نم  ةولاتلا   ماعطلإاو   ةقدصلاو   داشنإو   ءيش   نم   حئادملا   ةيوبنلا   ةيدھزلاو   ةكرحملا   بولقلل   ىلإ   لعف   ريخلا  لمعلاو   ةرخلآل 

“dan  adapun  perkara  yang  dikerjakan  didalamnya  (didalam  perayaan Maulid Nabi), maka hendaklah dibatasi pada sesuatu yang merupakan rasa syukur kepada Allah ta’alaa  sebagaimana yang telah disebutkan yang lalu, yaitu tilawah (membaca al‐Qur’an) , memberikan makanan, bershadaqah, melantunkan  (menyanyikan)  sesuatu  dari  puji‐pujian  Nabawi  dan  (syair) tentang  kezuhud‐an  (zuhudiyah)  yang  (bisa)  menggerakkan  hati  untuk melakukan  kebaikan  dan  beramal  untuk  akhirat”.  [Husnul  Maqshid  Fiy Amali al‐Maulid] Hadits Shahih riwayat Imam Muslim diatas tentang Maulid Nabi juga didukung dengan berbagai pendapat Ulama yang benar‐benar mumpuni serta luas ilmunya, diantaranya seperti yang bergelar Al‐Hafidz, Al‐Musnid, Al‐Muhaddits, Al‐Imam, Asy‐Syeikhul Islam, Al‐Hujjatul Islam, Al‐Muarrikh, dan lain‐lain.

       Ketahuilah bahwa gelar “Al‐Imam” adalah diberikan bagi seorang ulama agung dan sangat diakuti otoritas keilmuannya. “Al‐Hafidz”, seorang yang menghafal al‐Qur’an dengan baik dan menghafal al‐Hadits dalam jumlah yang banyak. Juga ketahuilah bahwa “Al‐Hujjah” adalah gelar yang hanya diberikan kepada ulama yang benar‐benar menguasai secara seksama 300.000 (tiga ratus ribu) hadits baik dari segi matan (redaksi hadits), sanad (mata rantai perawi hadits) dan juga sifat para  perawinya  satu‐persatu.  Ulama  sekaliber  ini  yang  mereka  ingkari,  maka sesungguhnya  walaupun  mereka  (para  pengingkar)  itu  menganggap  dirinya (merasa)  pintar  namun  sejatinya  mereka  awam  (sebab  keangkuhannya),  yang telah  ‘mereka’  ingkari  adalah  ulama  umat  yang  alim,  banyak  jasa‐jasanya terhadap Islam dan sulit dicari yang sepadan dengannya, khususnya pada zaman (abad‐abad) ini. Maka hendaklah para pengingkar Maulid itu insaf dan berkaca siapa diri mereka dan siapa yang mereka ikuti.

Disadur tanpa perubahan dari : Maulid_Ar_Rasul_Sebuah_Ungkapan_Cinta_Untuk As-Sayyid Al-Mursalin. disusun oleh Abdurrohim Ats-Tsauriy

Ikhtisar Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Berikut ini adalah ikhtisar aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah sebagaimana dihimpun oleh KH Sirajuddin Abbas dalam kitabnya I’tiqod Ahlus Sunnah wal Jamaah.

1. Iman ialah mengikrarkan dengan lisan dan membenarkan dengan hati. Kemudian iman yang sempurna ialah mengikrarkan dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota.
2. Tuhan itu ada, namanya Allah, dan ada 99 nama bagi Allah.(Asmaul Husna)
3. Tuhan mempunyai sifat banyak sekali, yang boleh disimpulkan : Tuhan mempunyai sifat-sifat Jalal (kebesaran), Jamal (keindahan), dan Kamal (kesempurnaan).
4. Sifat yang wajib diketahui oleh sekalian mukmin yang baligh berakal adalah 20 sifat; 20 sifat yang wajib dan mustahil (tidak mungkin) ada bagi-Nya. Sifat yang harus ada bagi-Nya, yaitu :
a. Wujud artinya ada, mustahil Dia tidak ada.
b. Qidam artinya tidak ada permulaan dalam wujud-Nya, mustahil ada-Nya permulaan.
c. Baqa’ artinya tidak berkesudahan ada-Nya, mustahil ada-Nya berkesudahan.
d. Mukhalafatuhu ta’ala lilhawaditsi artinya Dia berlainan dengan segala makhluk, mustahil Dia serupa dengan makhluk-Nya.
e. Qiyamuhu binafsihi artinya Dia berdiri sendiri, bukan berdiri di atas zat lain, mustahil Dia berdiri di atas zat lain.
f. Wahdaniyah artinya Dia Esa, mustahil Dia banyak.
g. Qudrat artinya kuasa, mustahil Dia tidak kuasa.
h. Iradat artinya menentukan sendiri dengan kehendak-Nya, mustahil Dia dipaksa.
i. Ilmu artinya Dia tahu, mustahil Dia tidak tahu (bodoh).
j. Hayat artinya hidup, mustahil Dia mati.
k. Sama’ artinya mendengar, mustahil Dia tidak mendengar (tuli).
l. Bashar artinya melihat, mustahil Dia buta.
m. Kalam artinya berkata, mustahil Dia bisu.
n. Kaunuhu Qadiran artinya Dia dalam keadaan berkuasa mustahil Dia dalam keadaan tidak berkuasa.
o. Kaunuhu muridan artinya Dia dalam keadaan mempunyai iradat, mustahil Dia dalam keadaan yang tidak mempunyai iradat.
p. Kaunuhu ‘Aliman artinya Dia dalam keadaan tahu, mustahil Dia dalam keadaan tidak tahu.
q. Kaunuhu Hayyan artinya Dia dalam keadaan hidup mustahil Dia dalam keadaan mati.
r. Kaunuhu Sami’an artinya Dia dalam keadaan mendengar, mustahil Dia dalam keadaan tidak mendengar.
s. Kaunuhu Bashiran artinya Dia dalam keadaan melihat, mustahil Dia dalam keadaan tidak melihat.
t. Kaunuhu Mutakalliman artinya Dia dalam keadaan berfirman, mustahil Dia bisu.
u. Kemudian ditambah dengan sifat jaiz bagi Alloh, yaitu Alloh boleh melakukan sesuatu yang mumkin dan boleh tidak melakukannya.
Demikian 20 sifat yang wajib (mesti ada) bagi Allah SWT, 20 sifat yang mustahil (tidak mungkin ada bagi Allah SWT), dan satu sifat jaiz bagi Alloh.
5. Wajib dipercayai bahwa Malaikat ada, mereka banyak. Tetapi yang wajib dipercayai secara terperinci hanyalah 10 malaikat saja.
6. Wajib dipercayai adanya kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-rasul-Nya untuk disampaikan kepada ummatnya. Kitab-kitab itu banyak, tetapi yang wajib diketahui secara terperinci adalah 4 (empat), yaitu: a. Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as. b. Kitab Zabur yang diturunkan kpada Nabi Daud as. c. Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa as. d. Kitab Al-Qur’an yang diturunkan kpada Nabi Muhammad saw.
7. Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah mempercayai sekalian rasul-rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia, mereka banyak, ada yang diterangkan Allah SWT kepada manusia dan ada yang tidak diterangkan. Tetapi yang wajib diketahui secara terperinci adalah 25 rasul yang dinyatakan dalam Al-Qur’an.
8. Setiap orang Islam wajib mempercayai adanya hari akhirat. Permulaan hari akhirat itu bagi setiap manusia adalah sesudah mati, yaitu:
a.Setiap orang akan mati apabila jangka usianya sudah habis.
b.Setelah mati lalu dikuburkan. Di dalam kuburnya akan ditanya: Siapa Tuhannya, siapa Nabi, Apa kitab suci, dan lain-lain. Pertanyaan tersebut Diajukan oleh malaikat Mungkar dan Nakir.
c.Orang yang jahat dan ahli ma’siat akan disiksa di dalam kubur.
d.Pada suatu waktu akan terjadi kiamat besar, dunia akan hancur luluh dan semua manusia bahkan semua makhluk di atas dunia akan mati dan hancur pula.
e.Kemudianpada suatu waktu pula akan dibunyikan terompet sehingga seluruh makhluk yang mati akan bangkit kembali, berkumpul di padang mahsyar.
f.Akan diadakan hisab, yaitu perhitungan dosa dan pahala.
g.Di Padang Mahsyar akan ada syafaat (pertolongan) dari Nabi Muhammad SAW dengan seizin Allah SWT.
h.Akan ada timbangan untuk menimbang dosa dan pahala.
i.Akan ada titian (jembatan) Shirathal Mustaqim yang akan dibentangkan di atas neraka yang harus dilalui oleh sekalian manusia.
j.Akan ada telaga Kautsar kepunyaan Nabi Muhammad SAW di dalam surga, di mana orang-orang yang beriman akan dapat minum.
k.Yang lulus ujDian dalam meniti Shirathal Mustaqim akan langsung masuk surga Jannatun Na’im sementara yang tidak lulus akan tergelincir masuk ke dalam neraka.
l.Orang yang baik akan langsung masuk surga dan kekal selama-lamanya.
m.Orang yang mu’min yang berdosa dan mati sebelum bertaubat, akan masuk ke dalam neraka buat sementara dan setelah menjalani hukuman akan dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam surga buat selama-lamanya.
n.Orang kafir langsung masuk neraka dan kekal selama-lamanya.
o.Orang mu’min yang baik-baik akan diberi ni’mat apa saja yang dia sukai, dan akan diberikan ni’mat lagi yang paling lezat yakni akan melihat Allah SWT. Demikian secara ringkas tentang hari akhirat.
9. Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah mempercayai adanya Qada’ dan Qadar yaitu takdir ilahi, sebagai berikut: a. Sekalian yang terjadi di dunia ini sudah ada qadla’ Allah SWT yakni hukum Allah SWT dalam azali, bahwa hal itu akan terjadi. b. Sekalian yang terjadi di alam ini buruk atau baiknya semuanya dijadikan Allah SWT. Pendeknya nasib baik dan buruk semuanya dari Allah SWT dan kita umat manusia hanaya menjalani takdir saja. c. Yang ada bagi manusia hanya kasab, ikhtiar dan usaha. Manusia wajib berikhtiar dan berusaha. d. Pahala yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia adalah kaena karunia-Nya dan hukuman yang diberikan kepada manusia adalah karena keadilan-Nya. Demikian kepercayaan orang mu’min menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang bertalDian dengan rukun iman yang (6) enam, yaitu : percaya kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari qiyamat dan qadla’ qadar-Nya.
10. Allah SWT bersama nama-Nya dan sifat-Nya semuanya qadim, karena nama dan sifat itu berdiri di atas zat yang qadim, maka dengan demikian semua nama dan sifat Allah SWT adalah qadim, tidak ada pemulaannya.
11. Al Quran adalah kalam Alloh yang qadim. Sedangkan apa yang tertulis dalam mushaf yang menggunakan huruf dan suara merupakan gambaran dari Al Quran yang qadim tersebut. Oleh karena itulah Al Quran disebut dengan qadim dan tidak boleh disebut makhluk.
12. Rizki sekalian manusia sudah ditaqdirkan dalam azal, tidak bertambah dan tidak berkurang, tetapi manusia diperintahkan untuk mencari rizki, diperintahkan untuk berusaha dan tidak boleh berpangku tangan menunggu saja.
13. Ajal setiap manusia sudah ada jangkanya oleh Allah SWT tidak dimajukan waktunya, juga tidak dapat ditunda walaupun sekejap mata. Tetapi manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk berobat kalau sakit, tidak boleh menunggu ajal saja.
14. Anak-anak orang kafir yang mati kecil (bayi) masuk surga.
15. Do’a orang mu’min memberi manfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain yang dido’akan.
16. Pahala sedekah, wakaf dan pahala bacaan (tahlil, shalawat dan bacaan Al-Qur’an) boleh dihadiahkan kepada orang yang telah mati dan sampai kepada mereka kalau dimintakan kepada Alloh untuk menyampaikannya.
17. Ziarah kubur, khususnya kubur ibu bapak, ulama’-ulama’, wali-wali, dan orang-orang syahid, lebih-lebih maqam Rasulullah SAW, dan maqam sahabat-sahabat beliau adalah sunat hukumnya, diberi pahala kalau dikerjakan.
18. Berdo’a kepada Allah SWT langsung atau berdo’a dengan memakai wasilah (bertawassul) adalah sunat hukumnya, diberi pahala kalau mengerjakannya.
19. Masjid di seluruh dunia sama derajatnya, kecuali tiga buah masjid, lebih tinggi derajatnya dari yang lain, yaitu masjid-masjid di Makkah, Madinah dan Baitul Muqaddas. Berjalan (musafir) untuk beribadah ke masjid yang tiga tersebut adalah ibadah hukumnya, jika dikerjakan mendapat pahala.
20. Seluruh manusia adalah anak cucu nabi Adam. Adam berasal dari tanah. Iblis dan jin dijadikan dari api, tetapi malaikat-malaikat dijadikan dari cahaya.
21. Bumi dan langit ada. Diapa yang mengatakan langit tidak ada Dia keluar dari lingkungan kaum Ahlussunnah wal Jama’ah.
22. Nama Tuhan tidak boleh dibuat-buat oleh manusia, tetapi harus seperti yang telah ditetapkan Allah SWT dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW yang shahih. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dan Imam Bukhari, nama Allah SWT itu 99 banyaknya. Siapa yang menghafalkannya di luar kepala akan dimasukkan ke dalam surga (lihat shahih Bukhari juz IV bagDian 195 dan shahih Tirmidzi juz XIII, halaman 37-42). Kita umat Islam boleh berdo’a dan boleh menyeru dengan salah satu atau semua nama-Nya yang 99 ini, umpamanya Ya Lathif, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Wadud dan sebagainya.
23. Kalau terdapat ayat-ayat suci Al-Qur’an yang seolah-olah menyatakan bahwa Allah SWT bertubuh seperti manusia, atau bertangan seperti manusia, atau bermuka serupa manusia, maka ulama’-ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah mentakwilkan atau menafsirkan ayat di atas secara majazi, yakni bukan menurut asal dari perkataan itu, sesudah itu diserahkan kepada Allah SWT apakah yang sebenarnya yang dimaksud oleh ayat tersebut. Misalnya ayat yang mengatakan bahwa Tuhan bermuka, maksudnya Dialah Dzat yang Qadim, yang tidak serupa dengan makhluk-Nya, kalau terdapat ayat mengatakan “Tuhan bertangan” maksudnya adalah bahwa “Tuhan berkuasa” karena tangan itu adalah alat kekuasaan.
Kalau dijumpai ayat yang mengatakan “Tuhan duduk di atas Arsy” maksudnya bahwa “Tuhan menguasai Arsy”. Ada lagi ayat dan hadits yang mengatakan “Tuhan turun” maka yang turun adalah rahmat-Nya, bukan batang tubuhnya sebab Allah SWT tidak berbatang tubuh. Jika dijumpai ayat mengatakan bahwa “Tuhan atau Allah SWT itu cahaya”, maka maksudnya adalah Allah SWT itu memberi cahaya, demikian seterusnya dengan ayat-ayat yang lain.
Hal ini dianggap sangat perlu agar kita tidak terperangkap ke dalam kekeliruan dalam memahami ayat-ayat suci Al-Qur’an. Juga agar termasuk orang-orang yang menyerupakan Allah SWT dengan makhluk-Nya atau golongan kaum Musyabbihah atau Muajssimah yang menerapkan adanya keserupaan Allah SWT dengan makhluk.
Dalam surat as Syura ayat 11 disebutkan sejelas-jelasnya bahwa Allah SWT tidak serupa dengan makhluk-Nya. Tetapi dalam mengartikan atau menta’wilkan ayat ini janganlah memakai sembarang ta’wil. Hendaknya diperhatikan kitab-kitab tafsir Ahlussunnah wal Jama’ah yang dipercayai, seperti kitab tafsir At- Thabari, tafsir Qurthubi, tafsir Jalalain, tafsir Khazin, dan lain-lain sebagainya.
24. Bangkit sesudah mati hanya satu kali. Manusia mulanya tidak ada, kemudian lahir ke dunia kemudian mati. Lalu hidup kembali (bangkit) dari kematian setelah peniupan terompet dan berkumpul di padang Mahsyar sesuai dengan ayat Al-Qur’an pada surat Al Baqarah ayat 28.
25. Upah (pahala) yang Allah SWT berikan kepada oang-orang yang saleh bukanlah karena Allah SWT terpaksa untuk memberikannya dan bukan pula kewajiban Allah SWT untuk membalas jasa orang itu. Begitu juga hukuman bagi orang yang durhaka tidaklah Allah SWT terpaksa menghukumnya atau bukanlah kewajiban Allah SWT untuk menghukumnya, tidak. Allah SWT memberikan pahala kepada manusia dengan karunia-Nya dan menghukum dengan keadilan-Nya.
26. Allah SWT dapat dilihat oleh penduduk surga dengan mata kepala, bukan dengan mata hati saja. Tetapi tidak boleh berpersepsi bahwa Allah SWT berada dalam surga. Hanya kita yang bertempat dalam surga yang melihat-Nya.
27. Pada waktu di dunia tidak ada manusia dapat yang melihat Allah SWT kecuali Nabi Muhammad SAW, pada malam Mi’raj.
28. Mengutus rasul-rasul adalah karunia Allah SWT kepada hamba-Nya untuk menunjuki jalan yang lurus, bukanlah kewajiban Allah SWT untuk mengutus rasul-rasul-Nya.
29. Wajib diketahui dan diyakini oleh seluruh ummat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di kota Makkah. Sesudah berusia 40 tahun diangkat menjadi rasul, lalu diturunkan kepada beliau ayat-ayat Al-Qur’an berturut-berturut selama 23 tahun. Sesudah 13 tahun menjadi rasul beliau pindah ke Madinah, menetap disitu sampai wafat. Beliau wafat sesudah melakukan tugas 23 tahun dalam usia 63 tahun. Makam Nabi Muhammad SAW berada di Madinah, dalam lingkungan Masjid Madinah sekarang.
30. Nabi Muhammad SAW adalah manusia serupa kita, bukan malaikat. Beliau makan, minum, tidur, sakit, nikah, mempunyai keluarga serupa manusia biasa. Akan tetapi kemanusiaan beliau luar biasa, rohaniyah dan jasmaniyah beliau luar biasa kuatnya, karena kepada beliau diturunkan wahyu ilahi, yang kalau diturunkan di atas bukit maka bukit tersebut akan hancur lebur. Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW walaupun beliau serupa manusia biasa tetapi beliau adalah sayyidul khalaiq, makhluk Allah SWT yang termulia di antara makhluk yang lain.
31. Silsilah nenek moyang Nabi Muhammad SAW adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Marrah bin Ka’ab bin Luai bin Galib bin Fihir bin Malik bin Nadlar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlar bin Ma’ad bin Adnan. Dari pihak ibu adalah ; Muhammad bin Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zahrah bin Kilab (nenek Nabi yang keenam dari pihak bapak).
32. Isteri-isteri Nabi Muhammad SAW dari mulai kawin sampai beliau wafat adalah: Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar, Ummu Salamah binti Abi Umayyah, Ummu Habibah binti Abi Sufyan, Saudah binti Zam’ah, Zainab binti Jahasy, Zainab binti Khuzaimah, Maimunah binti Harits, Juwairiyah binti Harits, dan Safiyah binti Hay. ra.
33. Putra-putri Nabi Muhammad SAW adalah : Zainab, Ruqayyah, Ummu Kalsum, Siti Fatimah, Qasim, Abdullah, dan Ibrahim. ra.
34. Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia, tidak pandang suku, tidak pandang negeri dan tidak pandang agama.
35. Nabi Muhammad SAW Mi’raj ke langit melalui Baitul Muqaddas (Palestina) tanggal 27 Rajab dan kembali malam itu juga ke dunia membawa perintah shalat lima kali sehari semalam. Nabi saw. mi’raj dengan badan dan ruh beliau.
36. Nabi Muhammad SAW terdahulu diangkat menjadi nabi dibanding nabi-nabi yang lain, yaitu ketika Nabi Adam masih terbaring dalam surga sebelum dineri jiwa. Karena itu, beliau (Nabi Muhammad SAW) adalah nabi yang paling dahulu diangkat dan yang paling akhir lahir ke dunia.
37. Nabi Muhammad SAW menerima syafaat (bantuan) nanti di akhirat kepada seluruh manusia. Syafaat (bantuan) itu bermacam-macam, diantaranya menyegerakan proses penghisaban di padang Mahsyar.
38. Sesudah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia, maka pengganti beliau yang sah adalah Sayyidina Abu Bakar ra. sebagai khalifah pertama, Sayyidin Umar bin Khattab ra. sebagai khalifah kedua, Sayyidina Utsman bin Affan ra. sebagai khalifah ketiga, dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. sebagai khalifah keempat.
39. Wajib diyakini bahwa yang paling mulia di antara makhluk Tuhan ialah Nabi Muhammad SAW, sesudah itu Rasul-rasul yang lain, lalu para Nabi, para Malaikat, barulah Muslimin yang lain.
40. Wajib diyakini bahwa sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling mulia adalah Sayyidina Abu Bakar, sesudah itu Sayyidina Umar bin Khattab, sesudah itu Sayyidina Utsman bin Affan lalu Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sesudah itu sahabat-sahabat yang sepuluh yang telah dikabarkan oleh Nabi Muhammad SAW akan masuk surga, yaitu 4 orang khalifah ditambah dengan Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Sa’id bin Zaid, Abu Ubaidah, Amir bin Jarrah, sesudah itu sahabat-sahabat yang ikut Perang Badar, sesudah itu sahabat-sahabat yang ikut Perang Uhud, sesudah sahabat-sahabat yang ikut Bai’atur Ridlwan, lalu sekalian sahabat Nabi ra.
41. Dalam soal pertikaian dan peperangan yang terjadi antara para sahabat Nabi, seperti “Perang Jamal” antara Siti Aisyah dan Sayyidina Ali, “Perang Shifiin” antara Sayyidina Ali dengan Mu’awiyah, kaum Ahlussunnah wal Jama’ah menanggapi secara positif tidak banyak dibicarakan, tetapi dianggap bahwa mereka berijtihad menurut pendapat mereka masing-masing. Kalau ijtihad itu benar pada sisi Allah SWT mereka dapat pahala dua, tetapi kalau ijtihad mereka salah maka mereka mendapat pahala satu atas ijtihadnya itu.
42. Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah yakin, bahwa sekalian keluarga Nabi Muhammad SAW, khususnya Siti Aisyah Ummul Mu’minin yang dituduh berbuat kesalahan adalah bersih dari noda. Fitnah yang dilancakan kepada keluarga Nabi adalah fitnah yang dibuat-buat (QS an Nur ayat 11).
43. Kerasulan seorang rasul adalah karunia Allah SWT. Pangkat tersebut tidak bisa didapatkan dengan diusahakan, umpamanya dengan bersekolah atau bertapa dan lain-lain.
44. Rasul-rasul yang dibekali dengan mu’jizat, yaitu perbuatan yang ganjil yang diluar kemampuan manusia biasa, misalnya Nabi Ibrahim AS tidak tebakar dengan api, Nabi Isa AS dapat menghidupkan orang yang telah mati, Nabi Musa AS bisa nenjadikan tongkatnya menjadi ular, Nabi Muhammad SAW dengan kitab suci Al-Qur’an yang tidak dapat ditiru oleh orang-orang yang pandai, air keluar dari anak jari beliau, bulan dapat dibelah dua, matahari berhenti berjalan, dan lain sebagainya.
45. Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini adanya keramat. Keramat artinya pekerjaan yang ganjil yang di luar kebiasaan yang mampu dikerjakan oleh para wali Allah, ulama’-ulama’, orang-orang sholih, umpamanya makanan datang sendiri kepada Siti MarDiam, ahli gua tidur selama 309 tahun tanpa rusak dagingnya.
46. Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir, tidak ada lagi Nabi sesudah beliau. Begitu juga pangkat kenabian dan kerasulan, begitu juga nabi-nabi pembantu tidak ada lagi sesudah Nabi Muhammad SAW. Siapa saja yang menda’wakan dirinya sebagai nabi atau rasul baik nabi bersendiri maupun untuk menjelaskan syari’at Nabi Muhammad SAW, maka orang itu pembohong yang wajib dilawan.
47. Wajib dipercayai adanya Arsy, yaitu suatu benda makhluk Allah SWT yang dijadikan dari nur, terletak di tempat yang tinggi dan mulia, yang tidak diketahui hakekatnya dan kebesarannya. Hanya Allah SWT yang mengetahui, kita hanya wajib mengimaninya.48. Wajib diketahui adanya “Kursi Allah SWT” yaitu suatu benda makhluk Allah SWT yang bedekatan dan bertalDian dengan Arsy. Hakekat keberadaannya diserahkan kepada Allah SWT. Yang wajib kaum Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mempercayainya.
49. Wajib dipercayai adanya Qalam, yaitu suatu benda yang dijadikan Allah SWT untuk ‘menuliskan’ segala sesuatu yang akan terjadi di Lauh Mahfudh. Sekalian yang terjadi di dunia ini sudah dituliskan dengan Qalam di Lauh Mahfudh terlebih dahulu.
50. Surga dan neraka bersama penduduknya akan kekal selama-lamanya, tidak akan habis. Keduanya dikekalkan Allah SWT agar yang berbuat baik merasakan selama-lamanya ni’mat pekerjaan dan yang berbuat dosa merasai selama-lamanya siksa atas pebuatannya.
51. Dosa itu, menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah, terbagi dua, ada dosa besar dan ada dosa kecil. Dosa besar itu ialah syirik (mempersekutukan Alloh) ini paling berat atau paling besar, membunuh manusia dengan tidak hak, makan riba/rente uang, lari dari medan perang (perang sabil), menjadi tukang sihir mendurhakai ibu bapak, berbuat zina, berbuat liwath, berdusta terhadap Nabi dan lain-lain sebagainya. Kalau dosa besar tidak dikerjakan, maka dosa-dosa kecil akan diampuni saja oleh Alloh. Dosa besar hanya dapat diampuni kalau si pembuatnya taubat kepada Alloh.
52. Orang mukmin bisa menjadi kafir kembali (riddah) dengan melakukan hal-hal di bawah ini :
a. Dalam i’tiqad : i. Syak atau ragu atas adanya Tuhan. ii. Syak atau ragu akan ke-Rasulan Nabi Muhammad Saw. iii. Syak atau ragu bahwa Al-Qur’an itu wahyu Tuhan iv. Syak atau ragu bahwa akan ada hari kiamat, hari akhirat, surga, neraka dan lain-lain sebagainya. v. Syak atau ragu bahwa Nabi Muhammad Saw Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasad. vi. Meng-i’tiqadkan bahwa Alloh tidak mempunyai sifat seperti ilmu, hayat, qidam baqa’, dan lain-lain. vii. Meng-i’tiqadkan bahwa Alloh bertubuh serupa manusia. viii. Menghalalkan pekerjaan yang telah sepakat ulama’ Islam mengharamkannya, seperti meyakini bahwa zina boleh baginya, berhenti puasa boleh baginya, membunuh orang boleh baginya, makan minum haram boleh baginya dan lain-lain sebagainya. ix. Mengharamkan pekerjaan yang sudah sepakat ulama’ Islam membolehknnya, seperti kawin haram baginya, jual beli haram baginya, makan minum haram baginya dan lain-lain sebagainya. x. Meniadakan suatu amalan ibadah yang telah sepakat ulama’ Islam mewajibkannnya, seperti sembahyang, puasa, zakat dan lain-lain sebagainya. xi. Mengingkari kesahabatan para sahabat-sahabat Nabi yang utama seperti Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar bin Khathab dan lain-lain sebagainya. xii. Mengingkari sepotong atau seluruhnya ayat suci Al-Qur’an atau menambah sepotong atau seluruh ayat suci al-Qur’an dengan tujuan menjadikannya menjadi Al-Qur’an. xiii. Mengingkari salah seorang Rasul yang telah sepakat ulama’-ulama’ Islam mengatakannya Rasul. xiv. Mendustakan Rasul-rasul Alloh. xv. Meng-i’tiqadkan ada Nabi sesudah Nabi Muhammad Saw. xvi. Mendakwahkan jadi Nabi atau Rasul setelah Nabi Muhammad Saw.
b. Dalam amalan: i. Sujud kepada berhala, pada matahari, pada bulan dan lain-lain. ii. Sujud kepada manusia dengan suka rela. iii. Menghina Nabi-nabi atau Rasul-rasul dengan lisan maupun perbuatan. iv. Menghina kitab-kitab suci dengan lisan atau perbuatan. v. Mengejek-ejek agama atau Alloh dengan lisan atau tulisan. dll.
c. Dalam perkataan i. Mengucapkan “Hai kafir”, kepada orang Islam. ii. Mengejek-ejek atau menghina nama Alloh. iii. Mengejek-ejek hari akhirat, surga dan neraka. iv. Mengejek-ejek salah satu syari’at, misalnya shalat, puasa, zakat, haji, thawaf keliling Ka’bah, wukuf di Arafah dan lain-lain sebagainya. v. Mengejek-ejek malaikat-malaikat vi. Mengejek-ejek Nabi-nabi dan Rasul-rasul. vii. Mengejek-ejek keluarga Nabi. viii. Mengejek-ejek Nabi Muhammad saw, dll.